Lahir di Semarang Kali Banteng (Jawa Tengah) tanggal 11 Juni 1974 dari pasangan keluarga Suetati Ramli SH dan Sri Suharti. Merupakan anak ke delapan dari delapan bersaudara yang berdomisili di Jl. Cipto Mangunkusumo No 48 Surakarta Jawa Tengah. Mengenyam pendidikan di SD 37 Kalitan, SMP-SKLBK A Surakarta. Pernah SMA di Pembangunan, tetapi dikarenakan bakat dan minat fokus ke musik maka Mahatma oleh orang tuanya di pindah ke Bandung, tepatnya di SLBN A Wyata Guna dengan jenjang sekolah kejuruan musik indonesia (sederajat dengan SMU).
Dari situ mulai mengenal seluk beluk tentang jazz dari beberana narasumber pengajar diantaranya adalah Bapak Dudung Odang BA dan mulai menekuni berbagai macam alat instrument termasuk alat karawitan atau degung, kemudian karena siswa sekolah SMA yang terputus di tengah jalan (Di jogja) maka ketika Mahatma sekolah SKMI di wyata guna kelas 2 secara sembunyi-sembunyi mengikuti ujian persamaan SMU, karena kekhawatiran yang berlebih mengenai anak tunanetra di WG karena pada saat itu bagi anak didik WG yang tidak lulus UMPTN harus keluar dari asrama WG apabila batas 3 kali tidak lulus UMPTN.
Maka dengan modal nekat dan sembunyi-sembunyi tanpa diketahui pihak pengasuh dan guru-guru di WG Mahatma mengikuti ujian persamaan denagan program IPS selama 3 tahun berturut-turut dan akhirnya diterima di UPI dengan jurusan Seni Musik program S1 sendratasik angkatan 96? dengan no induk 961393. Setelah tamat sekolah SMU persamaan UPI pun masih berstatus mahasiswa semester 4. Masuk ke UPI dengan menggunakan ijazah sekolah kejuruan musik indonesia WG dari jenjang S1 tersebut maka Mahatma mempending untuk jalur skripsi dan beberapa artikel skripsi yang tidak diterima di UPI diterima di Florida jenjang S2 dengan gendre artikel tesis tentang penyederhanaan notasi braile dengan untuk paduan suara SATB dengan media pengiring gitar 12 string sebagai trankrip dari piano. Setelah itu beliau banyak bergerak di bidang entertainment dann pengajaran musik dan bekerja di SMU Bayangkari sebagai pengajar seni musik pada periode 2009-2010.
Pengalaman Bermain Tunggal
Cafe
Bandung: Javana Bistro, Lentera
Surakarta: Bistro
Hotel
Bandung: Grand Universal, Rumah Kayu, Savoy Homan, Arion Swiss Bell, Hilton Hotel, Grand Pasundan
Jakarta: Sahid Jaya
Surakarta: Lorin Hotel, Sahid Hotel
Pengalaman Bermain Tunggal
Bandung
(add gitar sembilan tone) The Peak, Sierra, The View, Grand Serella, The Valley, dll.
(add gitar sparkle) Braga Pub, Kintamani, Festival Band Radio OZ Tahun 1997
(add gitar pandawa) The Best Guitar Rock Festival Alternatif Se-Jawa-Bali Event GMR dan MGT Radio di GOR Saparua
(Jam Session Guitar) Bintara Budaya Yogyakarta bulan Januari-Maret 2010, dll.

